Air Terjun Bissappu, Bantaeng

Ahad, 1 februari 2015. Selepas mengajar di tanete dan ber-narsis ria di wisata bahari bulukumba , saya putuskan untuk balik ke makassar mengingat menumpuknya amanah yang wajib ditunaikan disana. Ditemani si sophie (motor matic) yang masih gagah menopang badan dan carrier yang bobotnya sekitar 75kg (nggak penting).

Tiba di bantaeng, waktunya mata dimanjakan dengan indahnya kota ini. Pantai seruni, deretan sawah yang berbatasan langsung dengan laut, serta latar gunung bawakaraeng yang kokoh membiru benar-benar memanjakan mata ini. Kerapian kota ini juga membuat saya kagum.

Deretan Sawah di Bantaeng

Deretan Sawah di Bantaeng

kamu merasa anak manja?
berpetualanglah !!
karena berpetualang sungguh memanjakanmu !!

Asik menikmati perjalanan di kota bantaeng, motor agak saya pelankan sedikit ketika melihat sebuah papan penunjuk yang bertuliskan “Air Terjun Bissappu 5 KM“. Penunjuk arah ini sangat jelas terlihat di jalan poros bantaeng. Rasa penasaran pun muncul ingin melihat syurga itu. Siapa tau aja ada “dewi” lagi nyuci baju disana.

Selama perjalanan menuju Air terjun Bissappu ini, lagi lagi saya kembali dimanjakan dengan pemandangan sengkedan sawah yang tersusun rapi. Pohon pohon yang rindang serta senyum ramah penduduk yang mayoritas petani semakin membuat tenang perjalanan ini.

5 Kilometer telah terlewati, saya dihadapkan dengan gerbang air terjun bissappu. Terdapat seorang tua yang sedang bertugas menjaga pos jaga. oh iya, untuk masuk ke tempat wisata, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp.7500, terdiri dari uang masuk dan uang parkir motor. Dari tempat parkir motor sudah terdengar jelas suara air yang saling berterjunan secara berjamaah. Langsung saya buru-buru kesana untuk melihatnya.

Air Terjun Bissappu, Bantaeng

Air Terjun Bissappu, Bantaeng

Jarak dari tempat parkir ke pusat air terjun cukup dekat, sekitar 5 menit-an jalan kaki. Di awali dengan melewati beberapa anak tangga yang tersusun rapi, dan bebatuan besar yang menghadang di depan.  Jalan kaki kali ini ditemani musik alami dari irama serangga yang bersuara bising.

Setelah itu ? Masya ALLAH ! saya benar-benar melihat syurga itu. Indah, Sejuk, Hijau, Nyaring dan menentramkan. Air terjun yang kira-kira tingginya 7 meter itu menjatuhkan debit air dalam ukuran besar. Jernih ! saya langsung naik ke salah satu bebatuan besar dan berteriak sekencang-kencangnya tanda kepuasan itu telah saya raih. “ALLAAAHU AKBAR !!”. Tenang rasanya.

Saya berbaring sebentar di bebatuan dan nyaris tertidur akibat kelelahan ber-“jokka” seharian penuh. Saya sempat menengok keadaan di air terjun dan saya baru sadar, ternyata saya benar-benar sendiri disini. Bodo Amat ! Yang jelas saya menikmati syurga dunia ini lagi. Tak lupa salah satu hal wajib yang saya lakukan ketika berada di tempat amazing, poto-poto. Beberapa objek saya dapatkan dari angle berbeda. Hmm, biar dari angle manapun, kalau alamnya sudah indah, yah fotonya pasti indah juga.Mata lagi-lagi dimanjakan dengan “penampakan” pelangi 1 lingkaran penuh yang menghiasi air terjun, kebetulan karena bertemu dengan cahaya matahari langsung. Ahh, membuat istirahat saya semakin terasa lelap di pembaringan bebatuan.

Di bawah Air Terjun Bissappu, Bantaeng

Di bawah Air Terjun Bissappu, Bantaeng

Tak lama kemudian, ada pengunjung baru yang datang (ALHAMDULILLAH). Setidaknya saya tak “Kosong” lagi. Mereka adalah Arif dan temannya (saya lupa namanya). Mereka ternyata berdomisili di makassar yang kebetulan juga datang dari festival pantai samboang , bulukumba. Untungnya mereka ada, setidaknya ada yang bisa memotretku di air terjun ini. Ternyata mereka juga butuh bantuan saya untuk memotret mereka. Senang tentunya bisa memberi manfaat kepada orang lain walau itu cuma foto foto saja.

Kami berjalan mendekati sumber jatuhnya air itu. Behh, dingin , bising, dan basah. Pakaian sisa dan Tas carrier yang kubawa menjadi basah. sekali lagi, Bodo Amat ! Saya sudah tak peduli lagi ketika sudah terbuai dengan kenikmatan alam ini. Yah, seperti itulah perjalananku. Perjalanan solo, sang jolang (jomblo petualang). Saya akan selalu mengingat keindahan syurga ini. ALHAMDULILLAH, atas nikmat indera ini .

Jadi, Anda orang bantaeng, tapi tidak pernah ke tempat ini? Kebantaengan anda dipertanyakan . 🙂

Profile photo of awalone

About awalone

Tholibul Ilmi, sang JOLANG (Jomblo Petualang), Suka Anak-anak (Bukan Phedo), Demen ama yang berhijab besar, Suka dengan Sunrise, Senja dan Awan, Paling geli kalo ada yang bilang gagah (karena sangat jarang), Pekerja Keras, Programmer System WannaBe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>