Pelangi Abadi di Air Terjun Waesai

Waesai, sebuah dusun sepi di dataran tinggi kecamatan tanete riaja. Berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota Barru, sulawesi selatan. Untuk menuju ke desa ini, pengendara cukup melewati jalur Barru-Soppeng hingga mencapai jarak 20km. Perjalanan menuju lokasi ini bisa dikategorikan lumayan berat. Disamping lebar jalanan yang tidak luas, tangan pun harus menahan goncangan-goncangan selama berkendara dikarenakan jalan masih terdiri dari batu gunung yang diratakan.

area pemandian waesai
area pemandian waesai

Banyak hal yang menakjubkan yang bisa disaksikan selama perjalanan menuju tempat ini. Trasering, bukit yang tertutup awan, ladang kacang milik warga yang membuat daerah ini sangat hijau, hingga suara-suara bocah yang sedang tertib melafalkan Al-Qur’an. Walau begitu, dusun ini cukup terpencil menurut saya.

Bila anda bingung dengan lokasi persis air terjun, terus saja ikuti jalur kendaraan hingga akhir. Karena hal unik dari petunjuk lokasi air terjun ini adalah dekat dengan jalan “terakhir” dari waesai. Iya, soalnya jalur perjalanan berakhir di tempat penampungan air milik pemerintah. Setelah sampai di jalan buntu tersebut, cobalah keliling di sekitar untuk melihat air terjun, maka sangat tampak jelas air terjun tersebut. Setelah sampai, berusahalah untuk mengakrabkan diri dengan warga, siapa tahu bisa membantu sekedar menitipkan kendaraan. Satu lagi, penduduk disini sangat ramah. Bahkan anak anak kecil yang bermukim di tempat ini tidak segan-segan untuk menuntun pengunjung menuju ke lokasi.

Air terjun waesai
Air terjun waesai

Perjalanan kaki di mulai, mungkin cuma butuh waktu 15 menit saja. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi hijaunya kebuh kacang milik warga. Tempat ini juga terdapat sebuah jembatan gantung yang menghubungkan lokasi yang terpisah aliran sungai dari air terjun. Di sekitar air terjun , juga terdapat sebuah kolam kecil yang biasa dipakai anak kecil atau pengunjung yang tak tau berenang untuk sekedar berendam.

Apa yang membedakannya dengan air terjun yang lain ? Pelanginya yang “abadi” ! sepanjang siang , pelanginya akan terus muncul seiring dengan kehadiran matahari juga. Bila di tengah hari (jam 12 – jam 2) , pelangi terbentuk tepat di bagian dasar air terjun. hingga lama kelamaan, pelanginya pun bergerak naik ikut menyesuaikan arah sinar matahari. Jadi bila anda ingin memotret bersama pelangi, mungkin air terjun ini menjadi salah satu destinasi wajib.

Selain itu, debit air terjun yang memiliki ketinggian 25 meter ini “katanya” tidak pernah kering meskipun musim kemarau hingga 4 bulanan sekalipun. Sehingga dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai penyediaan air bersih (PDAM).

Beberapa tips yang bisa saya berikan ketika mengunjungi tempat ini,

  • Sebaiknya berkunjung setelah musim hujan , yaitu sekitar bulan maret hingga mei. Musim hujan membuat pelanginya menghilang.
  • Gunakan kendaraan roda dua, karena lebar jalanan lumayan kecil.
  • Kalau bisa, sebaiknya membawa bekal untuk menuju tempat ini. Karena tergolong sepi, dan mayoritas penduduk adalah petani, jadinya tak ada yang menjual makanan jadi maupun makanan ringan.
  • 2 pilihan setelah kesana, Ambil Sampahmu ! atau TELAN SAMPAHMU !! (Jaga kebersihan)
  • Senyum dan sapa penduduk disana . 🙂
  • Hati-hati, siapa tau ketemu mantan
Air terjun waesai
Air terjun waesai

ini versi videonya 🙂

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Monumen Cinta Sejati, Pembuktian Lebih dari Cinta Sang Mantan (Presiden)

Nahkoda yang ke-3, sang wakil yang naik tahta. Mewarisi pecah belahnya masa orba. Dibanggakan di eropa, dipermainkan di indonesia. Jerman dapat ilmunya, sedangkan indonesia dapat antrian panjang tiket kisahnya yang difilmkan serta patungnya.

Sedikit permainan kata yang dibawakan oleh Abdur stand up comedy tentang nahkoda indonesia. Saya bukan berbicara mengenai kemampuan pak Habibie dalam menangani negara, namun lebih kepada warisan “cinta sejati” yang dipertunjukkan ke publik.

Di sulawesi sendiri, saya beberapa kali melihat berbagai patung berwujud manusia yang ada di beberapa kabupaten. Di toraja utara kita bisa lihat betapa gagahnya patung Pongtiku memberi semangat di tengah kota. Patung ahmad kirang mengangkat senjata yang menggambarkan semangat heroik berdiri gagah di kabupaten mamuju, hingga patung “massa” di pertigaan sungguminasa gowa yang selalu mengingatkan penduduk dan pengendara agar tidak main hakim sendiri ketika mendapati kemungkaran.

Walaupun raga telah tepisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap tersimpan abadi di relung hati.

Bukan hanya kata-kata romantis , maupun sumpah setia ketika bersama, bahkan bukti cintanya pun sampai dibuatkan sebuah monumen. tepatnya tanggal 12 mei 2015, sepasang patung perunggu diresmikan di depan publik alun-alun kota pare pare, sulawesi selatan. Patung yang dipahat di yogyakarta ini konon menghabiskan 1.4 Milyar dari dana APBD Pare-pare. Sang mantan presiden pun terharu ketika melihat peresmian patung tersebut.

Patung Monumen cinta sejati
Monumen cinta sejati Habibie-Ainun (dari sisi samping)

“Monumen cinta sejati”, itulah nama sepasang patung yang berdiri mesra di atas lampu sorot dan air mancur. Arena bermain, serta beberapa galery yang terpampang di dinding-dinding penghias patung menjadi saksi keindahan cinta kedua pasangan sejoli ini. Monumen ini bukan tentang memberikan semangat perlawanan kepada penjajah, maupun tekad untuk mempertahankan tanah air. Namun lebih kepada esensi “cinta” kepada sang makhluk.

Galeri monumen cinta sejati
Galeri monumen cinta sejati

Monumen ini begitu ramai dipadati pengunjung ketika hari libur (weekend). Entah itu sekedar berselfie ria, melihat sejarah, maupun berpose mirip seperti patung di monumen. kebanyakan yang datang memang sepasang sejoli, baik itu mereka yang pacaran ataukah memang sudah halal sebagai pasangan. Kalau berniat ke tempat ini, sebaiknya jangan pergi sendiri, minimal bawa 1 teman (agar tidak jenuh melihat pasangan lain bermesraan).

Bila pak habibie telah membuktikan cintanya dengan sebuah karya, bagaimana dengan anda? apakah dengan “melamar” saja sudah cukup kau nisbatkan dirimu benar-benar mencinta? ataukah dengan berjuang lebih untuk mendapatkannya? lantas bagaimana dengan cintamu pada ALLAH? apakah kamu melakukan hal yang sama? 🙂

Assalamu Alaykum …

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

KKN, aktivitasnya 2 bulan, kenangannya seumur hidup

Bulukumpa, 10 maret 2011. Pertama kalinya menapakkan jejak dan merasakan dinginnya kabut di kelurahan ini. Pertama kalinya pula melihat kota-kota yang harus dilalui kecamatan ini seperti jeneponto dan bantaeng.  Sekitar pukul 3 sore kami (Segerombolan mahasiswa KKN di bulukumba) di kumpulkan untuk sekedar istirahat dan mendengar penyamputan dari pak camat bulukumpa  di gedung masagena di pusat Tanete setelah melakukan perjalanan 5 jam dari kampus UIN , samata , gowa. Setelah mendengar pengarahan, kami diantarkan ke posko masing-masing.

Ballasaraja, ya ! itulah lokasi tempat saya mengabdi 2 bulan ke depan. total ada 12 orang termasuk saya (6 laki-laki, 6 perempuan). Kami ditempatkan di sebuah rumah yang begitu asri, pemiliknya adalah seorang kepala lingkungan balleanging. Beliau bernama “Puang Sangkala“. Sambutan ramah beliau beserta kemampuan berbicara yang begitu lugas dan pengetahuan tentang bulukumba yang sangat luas, membuat saya terlarut mendengar cerita-cerita beliau. Beliau tak tinggal sendiri, beliau ditemani istri dan seorang anak cantik yang masih berusia 11 tahun. Namanya Azizah, tapi orang tua memanggilnya “Chica”.

Azizah Darajatun
Bersama Azizah

Sebelumnya, sayapunya tekat untuk merubah segala kebiasaanku di kota untuk tidak saya tunjukkan di lokasi ini. Mulai dari sering tersenyum, akrab sama orang-orang, dan juga sering mengucapkan salam atau sekedar bilang Tabe’ ke orang-orang. Saya mulai perubahanku itu ke Azizah. Lumayan sulit juga, mengingat anak ini begitu pemalu. Hampir puluhan kali saya berusaha bisa akrab dengan dia tapi tak berhasil-berhasil juga. Sampai pada saat saya membuka laptop yang saya bawa untuk bermain game. Kebetulan waktu itu lagi “trend“nya “Plant vs Zombie“. ehh, si chica datang ingin bermain, akhirnya bisa deh bercerita banyak dengan si chica.

day 1 – 5
Rentang waktu ini dipakai untuk survey keadaan desa. Mulai dari penjajakan kantor lurah, rumah-rumah tokoh besar, sekolah-sekolah, tenaga medis di tiap-tiap Pustu,beberapa rumah warga hingga ke imam masjid. Tiap tiap rumah yang disinggahi kami selalu disuguhi makanan kecil dan teh hangat. aku akui, warga disini benar-benar ramah, sangat berbeda dengan di kota. mereka pun berkata sedikit dengan nada menyesal “ai, tidak musim buah sekarang adek”. heheheheh, sedikit terkejut dengan paparan mereka. Hal yang membuatku sedikit mengerutkan dahi dan berkeluh kesah karena masjid yang tersedia di desa ini mencapai 10 masjid. dalam hati pun berujar “deh, ndak bisami lolos ini, kayaknya wajib jadi khotib jumat”, keluhku demikian. Untuk sekolah, di desa ini tersedia 3 sekolah yang keseluruhannya adalah Sekolah dasar. Ada SDN 61 balleangin yang lebih dekat dari posko, lalu beranjak sekitar 4KM ada SDN 74 Tamarellang, dan 2KM berikutnya dengan jalanan bebatuan ada SDN 239 sarajoko. Kepala sekolah mereka menerima kami dengan baik, bahkan alangkah terkejutnya ketika aku mulai masuk di SDN 239, tiba-tiba banyak murid yang berteriak “IH, KA KA EN, KA KA EN”. wahh, senangnya bisa dielu-elukan seperti itu. ada juga Adik-adik lucu yang bersembunyi di balik pintu sambil tersenyum malu seolah-olah menyambut kami juga.

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

day 6-10

Setelah melakukan survey keliling, kami mengadakan evaluasi dan rapat untuk kegiatan seminar desa nantinya. adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama ber-KKN di desa ini antara lain, kegiatan mengajar di sekolah, jumat bersih, porseni antar SD, sholawat badar, penyuluhan kesehatan, perlombaan olahraga antar lingkungan (untuk pemuda), mengajar komputer dasar untuk warga (ini kerjaan saya) dan beberapa kegiatan lainnya yang udah aku lupa. Di masa ini, kami juga diperkenalkan dengan salah satu objek wisata pemandian. kalau tak salah, namanya pemandian bangkeng-bangkeng.

day 11-30

Masa ini aku coba melakukan pendekatan-pendekatan ke beberapa anak kecil, aku coba untuk bisa bersosialisasi walau cuma sama bocah. Ada beberapa anak kecil yang mulai dekat dan nyaman untuk kuajak bicara dan bermain , mereka adalah Bia, Yulia, Ari, Ayu, Iin, Syifa, Nani, dan masih banyak lagi yang menjadi teman kecil saat itu. Aku akrab dengan mereka karena hampir setiap hari mereka datang ke posko untuk mau diajarin pakai komputer, atau sekedar nonton “Toy Story 3“. Senangku bukan main, mereka semua tertawa dengan hiburan yang saya berikan. Selain karena seringnya mereka datang ke posko, mereka juga adalah murid-murid TPA yang saya ajarkan mengaji setelah maghrib. Kadang ketika mereka jenuh untuk mengaji, mereka semua curhat ke saya tentang aktivitas-aktivitas seharian mereka atau cerita tentang teman yang dia suka maupun yang tidak dia sukai. rasa-rasanya saya selalu dibuat tertawa oleh bicara mereka yang blak-blakan dan polos. Saya senang, mereka percaya sepenuhnya terhadap rahasia hidup mereka pada saya.

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Di masa ini juga saya pertama kali bertugas menjadi “Guru” di SDN 239. Rasa gugup menghantui, karena ini adalah pengalaman pertama. Waktu itu yang saya ajarkan adalah Pelajaran PPKN tentang kerjasama di kelas 2. Yah, saya cuma ambil filosofi “sapulidi” tentang kerjasama dan praktek kerjasama dengan membagi kelompok. Kelas berlangsung lumayan rusuh, ada murid yang sedang kejar-kejaran, ada yang menangis, ada yang sembunyi di kolong meja, malah ada juga murid yang lemparin kertas ke saya. Deh, pedisnya hati ini saat kejadian tersebut. Untung guru bersangkutan datang untuk menenangkan mereka. piuhhhh !!!

Adik Kelas 2 SDN Bontorihu
Adik Kelas 2 SDN Bontorihu

Tapi, bukan berarti keadaan kacau balau tadi membuat saya tobat, malah bikin nagih!! . Saya coba lagi peruntungan mengajar di kelas 1. Alhamdulillah, dapat pelajaran Matematika dasar,waktu itu tentang perkalian. Saya sedikit senang dengan suasana di kelas ini yang sangat bersemangat dalam menerima pelajaran. Nabila, salah satu murid kesayangan di kelas itu, selain karena imut, dia sering datang menghampiri saya untuk bertanya tentang cara menerjemahkan soal cerita. Yah, saya ladeni saja , dengan menghitung jumlah jari saya dan jumlah jari si Nabila. eh, dia ketawa sendiri, mungkin dia sudah mengerti.

day 31-40

Porseni Time !!! Tim KKN kami mengadakan beberapa perlombaan untuk murid-murid SD se-kelurahan ballasaraja. adapun perlombaannya adalah cerdas cermat, catur, sepak bola, sepak takraw, dan festival anak saleh (adzan, wudhu, mengaji). Alhamdulillah, saya selalu terlibat aktif dalam kegiatan ini. alasannya cuma 1, karena bisa kumpul ramai dengan anak kecil. Ada beberapa hal yang paling berkesan di porseni ini, seperti membuat yel-yel sampai harus teriak-teriak bersama murid-murid 239 untuk mendukung sekolah mereka dalam bertanding. Saking kerasnya, saya sampai jadi bahan tertawaan orang tua murid, tapi murid yang lain ikut-ikutan juga memeriahkan dengan saling berteriak, bersorak mendukung sekolah mereka. Pokoknya saat itu yang bertanding malah suporternya.

Hal berikutnya yang tak bisa terlupakan ketika ditunjuk sebagai wasit sepakbola antar-SD. Lengan panjang hitam, celana hitam, dan tidak pakai sandal. itulah kostum yang saya pakai ketika jadi wasit, hingga warga sekitar mengira saya orang kajang, heheheh!!!! Di tengah pertandingan , saya memberikan penalty terhadap salah satu tim karena melakukan handsball. Mulailah keadaan saat itu ricuh, tapi untungnya yang ricuh bukan anak muda, tapi anak-anak SD yang dominan perempuan. Para bocah ini ramai-ramai ngoceh sama saya. Alangkah kagetnya, mereka bukan memaki saya, tapi semua suporternya malah mencubit pipi saya sampai kesakitan. Lagi-lagi, saya cuma jadi bahan tertawaan warga. Tapi saya senang, karena adik-adiknya juga senang pada saat itu.

 day 41-58

Hari dimana menuntaskan sisa program kerja, yaitu perlombaan antar lingkungan. Perlombaan yang dipertandingkan adalah sepak takraw dan bola volly. Walaupun saya merasa tak “sehebohporseni anak SD, tapi senang juga bisa terlibat langsung sebagai panitia, bahkan sebagai peserta.

Pada masa-masa ini juga saya fokus untuk mengajar anak-anak SD dan bermain dengan sahabat-sahabat kecilku. Mengingat tidak lama lagi akan meninggalkan tempat ini, saya pun harus meninggalkan kesan yang baik di tempat ini. Hampir setiap hari saya mengajar demi lebih dekat dengan mereka. Untuk masalah mengajar di sekolah, saya fokusnya mengajar di salah satu sekolah saja, hingga membuat murid-murid dari sekolah lain merasa iri dan jengkel terhadap saya. Yah, saya coba berusaha adil dengan mendatangi sekolah mereka semua dalam sehari.

Bersama Adik Kelas 4 SDN 239 Bontorihu
Bersama Adik Kelas 4 SDN 239 Bontorihu

Sebelum melakukan perpisahan, kami diajak jalan-jalan menikmati eksotisnya bulukumba. Ya, Pantai Bira tujuan utama kami. Saat itu matahari memang lagi terik-teriknya. Hingga pulang dari tempat itu, wajah ini seolah-olah tak bisa dikenali lagi karena terbakar. Kebetulan juga naik motor, jadi bebas mengeksplor keindahan bulukumba, termasuk di tempat pembuatan pinisi di tanaberu.

day 59-60
Perpisahan. Saat-saat terberat yang harus saya lalui. Harus meninggalkan orang-orang yang selalu menemaniku bermain, tertawa, dan belajar bersama. Pada suatu siang , saya kumpulkan semua sahabat-sahabat kecilku untuk menceritakan semua keluh kesahnya tentang sikapku selama ini. Awalnya kami cukup seru-seruan dalam berbicara, tapi entah tiba-tiba air mata ini keluar mengingat waktu kebersamaan dengan mereka akan berakhir. Saya hanya bisa mengucapkan kata “maaf” atas sifat jahil ke mereka. Mereka pun semua ikut-ikutan menangis, seperti tak ingin kakaknya pergi meninggalkan mereka. Seperti Tak ada lagi kakak yang akan mengajak mereka bermain dan belajar lagi. Mungkin hampir 1 jam melihat mereka menangis hingga terlihat mata mereka yang mulai bengkak.

Bersama Sahabat Kecil di Balleanging
Bersama Sahabat Kecil di Balleanging

Hari terakhir, Perpisahan dengan kepala lingkungan. Sama seperti kemarin, air mata tetap tak bisa terbendung. Mengingat banyak sekali momen berharga yang dialami di rumah itu.

Sungguh, di aktivitas 60 hari di kampung orang terasa sangat singkat. Inginku menambah durasi lagi disana, bisa mengabdi lebih lama di desa itu, tapi yah, ada kewajiban lain yang harus dikerjakan di tempat perantauan sebenarnya.

Bersama Seluruh Anggota KKN
Bersama Seluruh Anggota KKN

Terima Kasih, Sahabat kecilku. Kalian yang membuatku selalu ingat dengan kejadian-kejadian di desa. Mungkin akan menjadi kenangan seumur hidupku. 🙂

Hmmmm, jadi bagaimana kisah KKN mu ? bisa kamu ceritakan ?

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Jappa Jappa ke Air Terjun Lacolla

29 Maret 2015.

Hubungan antara air terjun dan kabupaten Maros. Pasti yang akan terlintas adalah air terjun bantimurung, salah satu wisata alam yang menjadi icon dari daerah Buttasalewangan ini. Namun pandangan itu sedikit agak bergeser ketika saya dan beberapa anggota dari komunitas Pajappa sedang melakukan Jappa Jappa ke salah satu air terjun mengagumkan lainnya.

Air terjun Lacolla, itulah yang dinamakan penduduk sekitar dusun Kajuara, desa cenrana, camba ini. Jarak tempuh dari makassar sekitar 70km. Dengan lintasan yang berkelok-kelok menuju camba disertai dengan medan bebatuan di setapak dusun menuju air terjun. Sebenarnya ada 2 jalur yang bisa dilalui untuk menuju ke air terjun ini. Jalur yang pertama adalah di desa pattiro deceng dengan penanda “Gerbang Emas” pusat penangkaran ratu lebah madu dan masuk sekitar 8 km ke tujuan. Sedangkan jalur alternatif adalah jalan masuk menuju ke desa cenrana dengan estimasi jarak ke tujuan sekitar 10km.

Air Terjun Lacolla
Air Terjun Lacolla

Tiba di tempat parkir, walaupun pada saat sampai disana kami tidak menemukan tempat parkir resmi. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 300 meter dengan medan yang sangat terjal. Untuk melewatinya, Tim harus menggunakan “webbing” untuk bisa berpegangan.

Sampai di air terjun, langsung disuguhi dengan deretan 4 tingkat air terjun yang tinggi dan melebar. MASYA ALLAH ! Seperti biasa, tak henti-hentinya bibir bertakbir secara tak langsung ketika melihat keindahan dari air terjun ini. Mata benar-benar dimanjakan dengan kesegaran tempat ini. Sangat hijau, jernih, dan sepi. Deretan batu-batu yang membentuk air terjunnya seolah tersusun rapi.

Biasanya di tempat seperti ini, saya kadang lebih memilih menikmatinya dengan menyendiri. Mungkin berbeda dengan teman-teman yang lain yang langsung memasang tongsis yang mereka bawa masing-masing. Tak sedikit juga yang langsung memilih “nyebur” langsung ke kubangan air jernih dari air terjun ini.

Hmm, seperti ini ulasan singkat dari perjalanan saya ditemani dengan komunitas pajappa dalam jappa jappa ke air terjun lacolla. Setidaknya, Maros itu bukan hanya bantimurung saja, ada lacolla yang jauh lebih indah, sepi, dan gratis (tidak semahal bantimurung yang seharga 50ribu) *peace .

Syukran … Assalamu Alaykum

*Ayo Nikmati Indonesia !!

Air terjun Lacolla dan Tim Pajappa
Air terjun Lacolla dan Tim Pajappa

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Masjid “Kolam Ikan” Andi Djuanna

Masjid, berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah, yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah. Di Indonesia, terdapat beberapa masjid yang didirikan dengan penuh ciri khas dan keunikan tersendiri. Tujuannya tidak lain untuk menarik minat para jemaah untuk bisa berbondong-bondong sholat berjamaah, ataukah sekedar berkunjung untuk melihat kebudayaan di masjid tersebut. Ada masjid Muhammad Cheng Ho dengan nuansa Tionghoa nya di surabaya. Ada juga masjid An Nurumi di Solo dengan arsitektur ala rusianya. Di sulawesi selatan sendiri, terdapat Salah satu masjid yang memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya berupa terdapat kolam ikan tepat di bawah masjid tersebut. Masjid itu bernama Masjid Andi Djuanna yang terletak di kabupaten Barru.

Masjid Andi Djuanna Barru
Masjid Andi Djuanna Barru

Tepat 5 KM dari pusat kota barru, terdapat sebuah masjid terapung yang terletak di samping jalan poros barru-pare-pare. Masjid yang didirikan sekitar tahun 1990 dan 1991 ini mempunyai ciri khus berupa kolam ikan yang tepat berada di bawahnya. Setidaknya terdapat ribuan ikan mujair dan mas yang dihuni di kolam itu dengan hiasan bunga teratai.. Karena jumlah ikannya yang semakin banyak, Ikan-ikan yang ada di masjid itu pun kadang di jual juga dengan harga 5000 rupiah per ekornya.

Ikan air tawar di kolam Masjid Andi Djuanna
Ikan air tawar di kolam Masjid Andi Djuanna

Untuk merasakan lebih dekat dengan ikan-ikan tersebut, pengurus masjid juga menyediakan stand pembelian pakan ikan dengan harga 1.000 rupiah per bungkusnya. Banyak pengunjung (warga sekitar dan para Safar), utamanya anak kecil rela bermanja di hadapan orang tua mereka untuk dibelikan pakan ikan tersebut. Dan benar saja, keceriaan mereka semakin muncul ketika ribuan ikan tersebut berdatangan menghampiri mereka.

Jumlah pengunjung paling ramai adalah pada hari sabtu di sore hari. Khusus di hari itu, pembelian pakan ikan ini bisa habis setengah karung. Adapun hasil dari pembelian pakan ini akan digunakan pengurus masjid untuk beberapa keperluan, seperti Membayar rekening listrik, Intensif pegawai masjid, keperluan transportasi untuk para da’i dan khatib, perawatan prasarana masjid dan untuk mengelola ketersediaan pakan ikan di hari berikutnya.

Kotak pakan ikan Masjid Andi Djuanna
Kotak pakan ikan Masjid Andi Djuanna

Di sisi belakang masjid juga tak kalah kerennya, terdapat kawanan bunga teratai yang saat itu masih kuncup. Mungkin tinggal kodok nya saja yang kurang di taman teratainya itu. Sedangkan di samping masjid, terdapat beberapa gazebo yang digunakan beberapa pengunjung untuk beristirahat dan makan siang.

Bunga Teratai
Bunga Teratai

Untuk Dokumentasi video, bisa dilihat pada tautan youtube di bawah atau pada link berikut :

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .