Spermonde ,Samalona – Senja Bersama Sahabat

laut, senja, tenda, bintang, dan sahabat. jadi pengantar lelapku di spermonde ini, samalona. πŸ˜€ !!!

ahad, 30 maret 2014. yah, setelah jadi bintang tamu di stasiun radio syi’ar FM (punya kampus UIN), datang deh panggilan untuk menuju ke salah satu pulau ‘andalan’ di kota makassar. yah, salah satu spermonde yaitu pulau samalona. spermonde sendiri biasa disebut dengan ‘sangkarang’ kumpulan gugusan pulau yang terdapat di makassar dengan jumlah kurang lebih 121 pulau. liburan kali ini terasa lebih menyenangkan karena ditemani oleh sahabat-sahabat KPAJ (Komunitas Pecinta Anak Jalanan) yang terdiri dari kak khie, kasma, bina, niar, rara, irmha, dian, tari, irmha, fendi, ahdiyat dan saya sendiri sebagai tukang keker selama aktivitas liburan berlangsung.

meeting pointnya di pelabuhan Β dekat benteng rotterdam. harga sewa kapalnya pun hmmm lumayan lah. sekitar 300ribu untuk yang nggak nginap di pulau, dan 450ribu untuk yang nginap (semuanya PP). waktu tempuh kesana sekitar 30 menit. sepangjang perjalanan laut yang ditemani oleh ombak yang begitu kencang, kami disuguhi pemandangan laut yang ‘MASYA ALLAH’ indahnya. sangat beda jauh dengan keadaan di losari yang penuh dengan sampah.

sampai juga pulau, hal yang pertama dilakukan yaa cuma ke dermaga saja, untuk menunggu sore hari (soalnya gak punya duit lebih untuk sewa penginapan). maklum harga sewa penginapan disini lumayan mahal , sekitar 400ribu semalam. namanya juga pula yang hanya dikelola masyarakat, semua yang ada bernilai ekonomi. mulai dari penginapan, bale-bale, bahkan mandi dan buang airnya pun disewa juga -_- . akhirnya kami memilih untuk mendirikan 3 tenda di sekitar pinggir pantai.

Menggengam Matahari
Menggengam Mataharii

senja mulai menampakkan pesonanya, kami buru-buru mendirikan tenda agar gak kemalaman, dan juga bisa duduk santai sambil melihat senja. buru-buru para kakak-kakak KPAJ berlari ke dermaga untuk melihat proses perpisahan dengan senja sekalian minta difoto juga 3:) . dan , MASYA ALLAH, sungguh besar kuasaMU yaa Rabb!

Senja pun berlalu, namun ada keindahan lain yang saya rasakan lagi. iya, langit di malam itu kebetulan lagi banyak jerawatnya (bintang). mungkin ini menjadi pengalaman pertama saya tidur di atas pasir, melihat bintang, sambil mendengar cerita-cerita KPAJ tentang keluhan, rencana untuk KPAJ, bahkan candaan yang kadang berbumbu modus ini. setidaknya, malam itu malam yang sangat membahagiakan sampai diri ini terlelap di atas pasir akibat lelah menghitung jumlah bintang di langit. what a great moment !

akan kutunggu acara berlibur berikutnya lagi dengan kalian, sahabatku πŸ™‚

next holiday with KPAJ
next holiday with KPAJ , where ?

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri πŸ™‚ .

Syurga Kecil di Atap Pangkep(Pendakian ke Bulusaraung)

sabtu, 04:00 pagi 15 maret 2014, mata sudah terbuka lebar. Tidak ada rasa ngantuk yang masih tersisa. mungkin karena ada semangat atau juga ada rasa panik yang menghampiri, mengingat hari itu saya harus melaksanakan mata kuliah wajib saya (Berlibur) ke gunung bulusaraung dengan seorang diri. yah, seorang diri. bukan bermaksud sok jago, mau dibilang pendaki senior, atau apalah. sejujurnya saya lebih suka pergi beramai-ramai dengan sahabat. tapi mungkin mereka sibuk.

pukul 8 pagi udah pergi meninggalkan rumah menuju ke kecamatan bolucci, pangkep. Tempat persinggahan pertama sebelum melakukan pendakian. di tempat ini kita bisa menyimpan kendaraan kita. tapi tetap dikenakan biaya sekitar 6ribu rupiah. jangan lupa untuk melapor dulu ke pos penjagaan disitu.

Pemandangan Dari Pos 2 Bulusaraung
Pemandangan Dari Pos 2 Bulusaraun

Tibalah pemberangkat ke lokasi camp yang ada di POS 9 dengan perkiraan perjalanan selama 2 jam. Di perjalanan pos 1 ke pos dua, disuguhi dengan pemandangan sawah yang luar biasa indahnya. dengan rentetan sengkedan yang tersusun rapi yang mulai menguning, ditambah dengan barisan awan yang begitu tebal. untuk ke pos 1 ke pos 2, MASIH KUAT.

Tiba di trek penyiksaan, ya ! Pos 2 ke Pos 3 adalah Trek yang paling menyiksa dalam perjalanan menuju ke puncak. setiap berjalan setidaknya wajah pun harus menghadap ke atas 60 derajat. jaraknya pun cukup jauh, 320 meter dengan trek sangat terjal. mungkin di trek ini lah yang membuat betis saya keram dan hampir pingsan (maklum , sarapannya dikit). walah terpogah-pogah, yah sampai juga. setelah sampai ke pos 3, perjalan sedikit lebih mudah hingga menuju ke pos 9.

Tenda yang kehujanan
Tenda yang kehujanan

sampai di pos 9, langsung dirikan tenda, ambil air, sholat, istirahat sambil baca buku. baru kali ini merasakan nikmatnya baca buku dalam kesendirian. tak lama, hujan tiba tiba turun dengan deras. karena lupa buat lubang saluran air, akhirnya, tenda malah dimasukin air. heheheheheh.

hujan selesai pada pukul 4 sore, waktunya ke puncak untuk nikmati keindahan yang ada disana. sekedar info, trek menuju ke puncak bener-bener puncaknya tanjakan. mungkin lebih parah dari pos 2 ke 3. tapi karena di atas itu udah puncak, jadi capek udah gak ingin dirasa lagi karena keinginan melihat keindahan puncak udah gak terbendung lagi.

 

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri πŸ™‚ .