Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Bulukumpa, 10 maret 2011. Pertama kalinya menapakkan jejak dan merasakan dinginnya kabut di kelurahan ini. Pertama kalinya pula melihat kota-kota yang harus dilalui kecamatan ini seperti jeneponto dan bantaeng.  Sekitar pukul 3 sore kami (Segerombolan mahasiswa KKN di bulukumba) di kumpulkan untuk sekedar istirahat dan mendengar penyamputan dari pak camat bulukumpa  di gedung masagena di pusat Tanete setelah melakukan perjalanan 5 jam dari kampus UIN , samata , gowa. Setelah mendengar pengarahan, kami diantarkan ke posko masing-masing.

Ballasaraja, ya ! itulah lokasi tempat saya mengabdi 2 bulan ke depan. total ada 12 orang termasuk saya (6 laki-laki, 6 perempuan). Kami ditempatkan di sebuah rumah yang begitu asri, pemiliknya adalah seorang kepala lingkungan balleanging. Beliau bernama “Puang Sangkala“. Sambutan ramah beliau beserta kemampuan berbicara yang begitu lugas dan pengetahuan tentang bulukumba yang sangat luas, membuat saya terlarut mendengar cerita-cerita beliau. Beliau tak tinggal sendiri, beliau ditemani istri dan seorang anak cantik yang masih berusia 11 tahun. Namanya Azizah, tapi orang tua memanggilnya “Chica”.

Azizah Darajatun

Bersama Azizah

Sebelumnya, sayapunya tekat untuk merubah segala kebiasaanku di kota untuk tidak saya tunjukkan di lokasi ini. Mulai dari sering tersenyum, akrab sama orang-orang, dan juga sering mengucapkan salam atau sekedar bilang Tabe’ ke orang-orang. Saya mulai perubahanku itu ke Azizah. Lumayan sulit juga, mengingat anak ini begitu pemalu. Hampir puluhan kali saya berusaha bisa akrab dengan dia tapi tak berhasil-berhasil juga. Sampai pada saat saya membuka laptop yang saya bawa untuk bermain game. Kebetulan waktu itu lagi “trend“nya “Plant vs Zombie“. ehh, si chica datang ingin bermain, akhirnya bisa deh bercerita banyak dengan si chica.

day 1 – 5
Rentang waktu ini dipakai untuk survey keadaan desa. Mulai dari penjajakan kantor lurah, rumah-rumah tokoh besar, sekolah-sekolah, tenaga medis di tiap-tiap Pustu,beberapa rumah warga hingga ke imam masjid. Tiap tiap rumah yang disinggahi kami selalu disuguhi makanan kecil dan teh hangat. aku akui, warga disini benar-benar ramah, sangat berbeda dengan di kota. mereka pun berkata sedikit dengan nada menyesal “ai, tidak musim buah sekarang adek”. heheheheh, sedikit terkejut dengan paparan mereka. Hal yang membuatku sedikit mengerutkan dahi dan berkeluh kesah karena masjid yang tersedia di desa ini mencapai 10 masjid. dalam hati pun berujar “deh, ndak bisami lolos ini, kayaknya wajib jadi khotib jumat”, keluhku demikian. Untuk sekolah, di desa ini tersedia 3 sekolah yang keseluruhannya adalah Sekolah dasar. Ada SDN 61 balleangin yang lebih dekat dari posko, lalu beranjak sekitar 4KM ada SDN 74 Tamarellang, dan 2KM berikutnya dengan jalanan bebatuan ada SDN 239 sarajoko. Kepala sekolah mereka menerima kami dengan baik, bahkan alangkah terkejutnya ketika aku mulai masuk di SDN 239, tiba-tiba banyak murid yang berteriak “IH, KA KA EN, KA KA EN”. wahh, senangnya bisa dielu-elukan seperti itu. ada juga Adik-adik lucu yang bersembunyi di balik pintu sambil tersenyum malu seolah-olah menyambut kami juga.

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

day 6-10

Setelah melakukan survey keliling, kami mengadakan evaluasi dan rapat untuk kegiatan seminar desa nantinya. adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama ber-KKN di desa ini antara lain, kegiatan mengajar di sekolah, jumat bersih, porseni antar SD, sholawat badar, penyuluhan kesehatan, perlombaan olahraga antar lingkungan (untuk pemuda), mengajar komputer dasar untuk warga (ini kerjaan saya) dan beberapa kegiatan lainnya yang udah aku lupa. Di masa ini, kami juga diperkenalkan dengan salah satu objek wisata pemandian. kalau tak salah, namanya pemandian bangkeng-bangkeng.

day 11-30

Masa ini aku coba melakukan pendekatan-pendekatan ke beberapa anak kecil, aku coba untuk bisa bersosialisasi walau cuma sama bocah. Ada beberapa anak kecil yang mulai dekat dan nyaman untuk kuajak bicara dan bermain , mereka adalah Bia, Yulia, Ari, Ayu, Iin, Syifa, Nani, dan masih banyak lagi yang menjadi teman kecil saat itu. Aku akrab dengan mereka karena hampir setiap hari mereka datang ke posko untuk mau diajarin pakai komputer, atau sekedar nonton “Toy Story 3“. Senangku bukan main, mereka semua tertawa dengan hiburan yang saya berikan. Selain karena seringnya mereka datang ke posko, mereka juga adalah murid-murid TPA yang saya ajarkan mengaji setelah maghrib. Kadang ketika mereka jenuh untuk mengaji, mereka semua curhat ke saya tentang aktivitas-aktivitas seharian mereka atau cerita tentang teman yang dia suka maupun yang tidak dia sukai. rasa-rasanya saya selalu dibuat tertawa oleh bicara mereka yang blak-blakan dan polos. Saya senang, mereka percaya sepenuhnya terhadap rahasia hidup mereka pada saya.

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kisah Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Di masa ini juga saya pertama kali bertugas menjadi “Guru” di SDN 239. Rasa gugup menghantui, karena ini adalah pengalaman pertama. Waktu itu yang saya ajarkan adalah Pelajaran PPKN tentang kerjasama di kelas 2. Yah, saya cuma ambil filosofi “sapulidi” tentang kerjasama dan praktek kerjasama dengan membagi kelompok. Kelas berlangsung lumayan rusuh, ada murid yang sedang kejar-kejaran, ada yang menangis, ada yang sembunyi di kolong meja, malah ada juga murid yang lemparin kertas ke saya. Deh, pedisnya hati ini saat kejadian tersebut. Untung guru bersangkutan datang untuk menenangkan mereka. piuhhhh !!!

Adik Kelas 2 SDN Bontorihu

Adik Kelas 2 SDN Bontorihu

Tapi, bukan berarti keadaan kacau balau tadi membuat saya tobat, malah bikin nagih!! . Saya coba lagi peruntungan mengajar di kelas 1. Alhamdulillah, dapat pelajaran Matematika dasar,waktu itu tentang perkalian. Saya sedikit senang dengan suasana di kelas ini yang sangat bersemangat dalam menerima pelajaran. Nabila, salah satu murid kesayangan di kelas itu, selain karena imut, dia sering datang menghampiri saya untuk bertanya tentang cara menerjemahkan soal cerita. Yah, saya ladeni saja , dengan menghitung jumlah jari saya dan jumlah jari si Nabila. eh, dia ketawa sendiri, mungkin dia sudah mengerti.

day 31-40

Porseni Time !!! Tim KKN kami mengadakan beberapa perlombaan untuk murid-murid SD se-kelurahan ballasaraja. adapun perlombaannya adalah cerdas cermat, catur, sepak bola, sepak takraw, dan festival anak saleh (adzan, wudhu, mengaji). Alhamdulillah, saya selalu terlibat aktif dalam kegiatan ini. alasannya cuma 1, karena bisa kumpul ramai dengan anak kecil. Ada beberapa hal yang paling berkesan di porseni ini, seperti membuat yel-yel sampai harus teriak-teriak bersama murid-murid 239 untuk mendukung sekolah mereka dalam bertanding. Saking kerasnya, saya sampai jadi bahan tertawaan orang tua murid, tapi murid yang lain ikut-ikutan juga memeriahkan dengan saling berteriak, bersorak mendukung sekolah mereka. Pokoknya saat itu yang bertanding malah suporternya.

Hal berikutnya yang tak bisa terlupakan ketika ditunjuk sebagai wasit sepakbola antar-SD. Lengan panjang hitam, celana hitam, dan tidak pakai sandal. itulah kostum yang saya pakai ketika jadi wasit, hingga warga sekitar mengira saya orang kajang, heheheh!!!! Di tengah pertandingan , saya memberikan penalty terhadap salah satu tim karena melakukan handsball. Mulailah keadaan saat itu ricuh, tapi untungnya yang ricuh bukan anak muda, tapi anak-anak SD yang dominan perempuan. Para bocah ini ramai-ramai ngoceh sama saya. Alangkah kagetnya, mereka bukan memaki saya, tapi semua suporternya malah mencubit pipi saya sampai kesakitan. Lagi-lagi, saya cuma jadi bahan tertawaan warga. Tapi saya senang, karena adik-adiknya juga senang pada saat itu.

 day 41-58

Hari dimana menuntaskan sisa program kerja, yaitu perlombaan antar lingkungan. Perlombaan yang dipertandingkan adalah sepak takraw dan bola volly. Walaupun saya merasa tak “sehebohporseni anak SD, tapi senang juga bisa terlibat langsung sebagai panitia, bahkan sebagai peserta.

Pada masa-masa ini juga saya fokus untuk mengajar anak-anak SD dan bermain dengan sahabat-sahabat kecilku. Mengingat tidak lama lagi akan meninggalkan tempat ini, saya pun harus meninggalkan kesan yang baik di tempat ini. Hampir setiap hari saya mengajar demi lebih dekat dengan mereka. Untuk masalah mengajar di sekolah, saya fokusnya mengajar di salah satu sekolah saja, hingga membuat murid-murid dari sekolah lain merasa iri dan jengkel terhadap saya. Yah, saya coba berusaha adil dengan mendatangi sekolah mereka semua dalam sehari.

Bersama Adik Kelas 4 SDN 239 Bontorihu

Bersama Adik Kelas 4 SDN 239 Bontorihu

Sebelum melakukan perpisahan, kami diajak jalan-jalan menikmati eksotisnya bulukumba. Ya, Pantai Bira tujuan utama kami. Saat itu matahari memang lagi terik-teriknya. Hingga pulang dari tempat itu, wajah ini seolah-olah tak bisa dikenali lagi karena terbakar. Kebetulan juga naik motor, jadi bebas mengeksplor keindahan bulukumba, termasuk di tempat pembuatan pinisi di tanaberu.

day 59-60
Perpisahan. Saat-saat terberat yang harus saya lalui. Harus meninggalkan orang-orang yang selalu menemaniku bermain, tertawa, dan belajar bersama. Pada suatu siang , saya kumpulkan semua sahabat-sahabat kecilku untuk menceritakan semua keluh kesahnya tentang sikapku selama ini. Awalnya kami cukup seru-seruan dalam berbicara, tapi entah tiba-tiba air mata ini keluar mengingat waktu kebersamaan dengan mereka akan berakhir. Saya hanya bisa mengucapkan kata “maaf” atas sifat jahil ke mereka. Mereka pun semua ikut-ikutan menangis, seperti tak ingin kakaknya pergi meninggalkan mereka. Seperti Tak ada lagi kakak yang akan mengajak mereka bermain dan belajar lagi. Mungkin hampir 1 jam melihat mereka menangis hingga terlihat mata mereka yang mulai bengkak.

Bersama Sahabat Kecil di Balleanging

Bersama Sahabat Kecil di Balleanging

Hari terakhir, Perpisahan dengan kepala lingkungan. Sama seperti kemarin, air mata tetap tak bisa terbendung. Mengingat banyak sekali momen berharga yang dialami di rumah itu.

Sungguh, di aktivitas 60 hari di kampung orang terasa sangat singkat. Inginku menambah durasi lagi disana, bisa mengabdi lebih lama di desa itu, tapi yah, ada kewajiban lain yang harus dikerjakan di tempat perantauan sebenarnya.

Bersama Seluruh Anggota KKN

Bersama Seluruh Anggota KKN

Terima Kasih, Sahabat kecilku. Kalian yang membuatku selalu ingat dengan kejadian-kejadian di desa. Mungkin akan menjadi kenangan seumur hidupku. 🙂

Hmmmm, jadi bagaimana kisah KKN mu ? bisa kamu ceritakan ?

Profile photo of awalone

About awalone

Tholibul Ilmi, sang JOLANG (Jomblo Petualang), Suka Anak-anak (Bukan Phedo), Demen ama yang berhijab besar, Suka dengan Sunrise, Senja dan Awan, Paling geli kalo ada yang bilang gagah (karena sangat jarang), Pekerja Keras, Programmer System WannaBe.

  1. Setuju sekali mas, kkn 2 bulan kenangannya bener-bener gak bisa dilupain. Dari pengalaman dengan masyarakat, kegiatan dan program-program yang dilakukan, kedekatan dengan anak-anak dan pemuda pemudi, bahkan kebersamaan dengan tim kkn yang kadang bikin kangen. Great deh pokoknya.

    View Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>