Romantis itu ?

Romantis adl seperti dikatakan Nailah pada utsman: “aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kau habiskan bersama sang nabi”

Romantis adl Ali yg dimarahi Fatimah, terkunci tak bs masuk rumah saat pulang. Lalu tidur diserambi masjd berlumur debu

Romantis adl sperti khadijah yg tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami,hanya menyelimuti

Romantis adl mengatakan kepada Allah, “hidupku untukMu,apalagi matiku”

Romantis adl ketika aisyah banting piring didepan tamu yg membelalak, Nabi tersenyum lalu berkata “maaf ya,ibu kalian sedang cemburu”

Romantis adl bertanya pada istri, “adakah makanan hari ini?” Dijawab, “tidak” maka senyumlah Rasulullah dan ujarnya “kalau begitu aku puasa”

Romantis adl saat lelah Muhammad menebar kebaikan tertimbun, saat ia berbaring payah, Tuhan berseru “hai orang berselimut, bangunlah”

Romantis adl saat godaan melanda di puncak muda Yusuf; ia cantik,molek,kuasa dan sunyi, tapi Yusuf memilih lari, bajunya koyak belakang

Romantis adl saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan paras Yusuf, tp ia berdoa “ya Rabbi, penjara lebih kusuka!

Romantis adl ketika Utsman ibn Affan dikabarkan akan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darah, lalu dia berkata “alhamdulillah,tsumma tawakaltu”

Romantis adl ketika harta, tahta,wanita ditawarkan, muhammad malah berkata “andai pun mentari di kanan,rembulan dikiri, ku takkan pernah berhenti”

Romantis adl saat cucu naik ke punggung sang Nabi,lalu ada yg berkata “sebaik-baik tunggangan” Beliau jawab “dan sebaik-baiik penunggang”

Romantis adl saat satu persatu harta ayub binasa,anak-anaknya mati dan dirinya dilanda sakit yg merontokkan jasad. Doanya “sisakan hatiku tuk mengingatMu”

Romantis adl saat fatimah putri nabi tapaknya pecah,leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Namun sang ayah hanya ajarkan dzikir

Romantis adl abu bakar menitikkan air mata, jatuh di pipi kekasih SAW yg tidur dipangkuannya. Dia berkata “jangan bersedih,Allah bersama kita”

Romantis adl saat sosok malaikat tampan mendekatimu, Maryam takut, tapi dia berkata “Tuhan memilihmu untk keajaiban sepanjang zaman”

Romantis adl saat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi senyum terindah kpd orang yg dulu mencaci,menyiksa, menyumpahserapahi dirinya saat mereka tertunduk kalah. Kausenyumi; tiada cerca,hanya cinta!

Ku-kutip dari Jemari Khusnul Khuluq

Tentang Dia

sebut saja dia itu adalah “dia“.

dia memang gak cakep amat, malah kadang orang lain memandang rendah dia. mungkin karena penampilannya yang urak-urakan, mungkin karena dia sulit untuk tersenyum, ataukah mungkin dia malah keseringan bersepeda disaat yang lain mungkin asyik dengan motor dan mobilnya. tapi si dia asyik aja dengan kesehariannya.

dia tidak terlalu mempersoalkan dengan gaya hidup dan tanggapan orang lain tentang dirinya? kenapa ? katanya, dia cukup bersyukur dengan apa yang dia punya saat ini dan sama sekali tak peduli dengan kenikmatan hidup yang didapat orang lain. (yahh, mungkin dengan melihat kenikmatan hidup orang lain, bisa buat dia jadi komplikasi penyakit hati). 🙂

dia mungkin begitu bodoh. dengan berdalih ingin mendapatkan atau lebih dekat dengan temannya, dia selalu meng-iya-kan keinginan temannya tanpa peduli dengan kemampuan yang dia miliki saat itu, pokoknya dia terima saja. tapi aku yakin si dia saat itu juga sedang mencari sahabatnya lagi yang benar benar paham dengan keadaan dia.

dia mungkin sangat tidak berwibawa. bahkan sahabat kecilnya yang berumur nggak cukup 10 tahun pernah memukul dia. bahkan murid-muridnya pun tak jarang pernah memarahi dia. tapi ? yah, dia tertawa saja menanggapinya (mungkin karena dia jaim untuk marah). hahahahahahah. mungkin efek kedekatan mereka sehingga perbedaan umur tak pernah dilihat oleh adek kecil itu ataukah mungkin karena dia tak punya wibawa lagi?

dia mungkin sangat kejam. berniat untuk menggembirakan hati sahabat ataukah lingkungannya, kadang dia sering mengeluarkan lelucon aneh yang justru malah membuat sahabatnya merasakan perih. tapi aku tahu, niat dia memang hanya untuk membuat sahabatnya tertawa.

mungkin dia adalah insan yang beruntung.
jadi ingat kata temannya, “kamu tak perlu butuh banyak sahabat, setidaknya kamu cukup punya 1 yang benar-benar bisa memahami keadaanmu ^_^ (sambil pasang wajah senyum dihadapannya). tapi beruntung, dia punya banyak sahabat dan semuanya benar-benar memahami keadaan dia.  ketika dia lagi bokek, sahabatnya malah nawarin pekerjaan (projek) kepada dia untuk membantu dia. ohh iya, beruntungnya si dia itu karena dia juga punya banyak sahabat yang sering menegur kalo dia lagi “miring”. entah nasihatnya berupa caci, maki, sumpah serapah, hingga bentak-bentak yang gak enakin hati. setidaknya bikin dia berubah jadi lebih baik.

nanti lagi lah , lanjutnya ! mau istirahat dulu.

Menjadi Mu’allaf karena Melihat Proses Terciptanya Manusia di Al Qur’an

DR. Keith L. Moore MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”

“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.

“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu’minuun : 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar.

Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

http://www.atjehcyber.net/2014/01/ini-tidak-mungkin-muhammad-pasti.html