Air terjun waesai barru

Waesai, sebuah dusun sepi di dataran tinggi kecamatan tanete riaja. Berjarak sekitar 30 KM dari pusat kota Barru, sulawesi selatan. Untuk menuju ke desa ini, pengendara cukup melewati jalur Barru-Soppeng hingga mencapai jarak 20km. Perjalanan menuju lokasi ini bisa dikategorikan lumayan berat. Disamping lebar jalanan yang tidak luas, tangan pun harus menahan goncangan-goncangan selama berkendara dikarenakan jalan masih terdiri dari batu gunung yang diratakan.

area pemandian waesai

area pemandian waesai

Banyak hal yang menakjubkan yang bisa disaksikan selama perjalanan menuju tempat ini. Trasering, bukit yang tertutup awan, ladang kacang milik warga yang membuat daerah ini sangat hijau, hingga suara-suara bocah yang sedang tertib melafalkan Al-Qur’an. Walau begitu, dusun ini cukup terpencil menurut saya.

Bila anda bingung dengan lokasi persis air terjun, terus saja ikuti jalur kendaraan hingga akhir. Karena hal unik dari petunjuk lokasi air terjun ini adalah dekat dengan jalan “terakhir” dari waesai. Iya, soalnya jalur perjalanan berakhir di tempat penampungan air milik pemerintah. Setelah sampai di jalan buntu tersebut, cobalah keliling di sekitar untuk melihat air terjun, maka sangat tampak jelas air terjun tersebut. Setelah sampai, berusahalah untuk mengakrabkan diri dengan warga, siapa tahu bisa membantu sekedar menitipkan kendaraan. Satu lagi, penduduk disini sangat ramah. Bahkan anak anak kecil yang bermukim di tempat ini tidak segan-segan untuk menuntun pengunjung menuju ke lokasi.

Air terjun waesai

Air terjun waesai

Perjalanan kaki di mulai, mungkin cuma butuh waktu 15 menit saja. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi hijaunya kebuh kacang milik warga. Tempat ini juga terdapat sebuah jembatan gantung yang menghubungkan lokasi yang terpisah aliran sungai dari air terjun. Di sekitar air terjun , juga terdapat sebuah kolam kecil yang biasa dipakai anak kecil atau pengunjung yang tak tau berenang untuk sekedar berendam.

Apa yang membedakannya dengan air terjun yang lain ? Pelanginya yang “abadi” ! sepanjang siang , pelanginya akan terus muncul seiring dengan kehadiran matahari juga. Bila di tengah hari (jam 12 – jam 2) , pelangi terbentuk tepat di bagian dasar air terjun. hingga lama kelamaan, pelanginya pun bergerak naik ikut menyesuaikan arah sinar matahari. Jadi bila anda ingin memotret bersama pelangi, mungkin air terjun ini menjadi salah satu destinasi wajib.

Selain itu, debit air terjun yang memiliki ketinggian 25 meter ini “katanya” tidak pernah kering meskipun musim kemarau hingga 4 bulanan sekalipun. Sehingga dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai penyediaan air bersih (PDAM).

Beberapa tips yang bisa saya berikan ketika mengunjungi tempat ini,

  • Sebaiknya berkunjung setelah musim hujan , yaitu sekitar bulan maret hingga mei. Musim hujan membuat pelanginya menghilang.
  • Gunakan kendaraan roda dua, karena lebar jalanan lumayan kecil.
  • Kalau bisa, sebaiknya membawa bekal untuk menuju tempat ini. Karena tergolong sepi, dan mayoritas penduduk adalah petani, jadinya tak ada yang menjual makanan jadi maupun makanan ringan.
  • 2 pilihan setelah kesana, Ambil Sampahmu ! atau TELAN SAMPAHMU !! (Jaga kebersihan)
  • Senyum dan sapa penduduk disana . 🙂
  • Hati-hati, siapa tau ketemu mantan
Air terjun waesai

Air terjun waesai

ini versi videonya 🙂

Profile photo of awalone

About awalone

Tholibul Ilmi, sang JOLANG (Jomblo Petualang), Suka Anak-anak (Bukan Phedo), Demen ama yang berhijab besar, Suka dengan Sunrise, Senja dan Awan, Paling geli kalo ada yang bilang gagah (karena sangat jarang), Pekerja Keras, Programmer System WannaBe.

  1. Kykx kk awal sy ambil pilihan pertama “ambil sampah”. Klw pilihan kedua kykx sy ngga bisa to telan smpa.. Hehehe…
    Insya allah bisa kesini… Serasa sdh ket4 ini berkat blog kk yg hebat ini…. Sering2 yach kk cerita tentang destinasi t4 yg keren.. ?

    View Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>