Air Terjun Batulappa Barru

Terletak kira-kira 10 km dari pusat kota barru, tepatnya di desa batulappa. Batulappa yang berarti batu bersusun menggambarkan keadaan asli dari air terjun yang bertingkat-tingkat. Riuh suara dan indahnya panorama bebatuannya membuat yang pernah mengunjunginya seperti terpanggil kembali untuk mengaguminya.

Air terjun batulappa. Ya, begitu penduduk menamakannya. Selain karena letaknya yang tepat berada di dusun batulappa (desa tompo, kecamatan barru), juga karena arti dari batulappa itu sendiri yang memiliki makna “Batu Bersusun”, persis dengan penggambaran dari keindahan air terjun ini.

Jarak dari kota barru ke lokasi wisata ini mencapai kurang lebih 10km perjalanan darat. Setelah melewati jembatan besar di pusat kota, carilah “Jalan Pahlawan” di sebelah kanan (bila dari makassar) maka akan diantarkan menuju ke desa tompo. Perjalanan darat yang dilalui lumayan menghambat disebabkan karena banyaknya berlubang. Oh iya, tak lupa di sepanjang jalan juga banyak ditemukan penjual “Bongkahan batu” dadakan yang menjajakan hasil pahatan dan gurindanya.

30 menit perjalanan berlalu, singgah lah di sebuah dusun batulappa, tepatnya lagi di perkampungan pangie. Mobil pengantar dititip sementara di pekarangan rumah warga sekitar. Sampai lupa, disini kami melakukan perjalanan sebanyak 11Β orang.

Jalur Pematang Sawah menuju Air Terjun Batulappa

Jalur Pematang Sawah menuju Air Terjun Batulappa

Perjalanan kaki pertama dilakukan dengan melewati hamparan sawah yang luas, mungkin sekitar 800 meter kami menapaki pematang sawah milik warga. Suasana hijau dan semilir angin yang membisik telinga menjadi hiburan tersendiri bagi saya pribadi yang selalu menyendiri. Untuk jalur ini, tak ada kendala.

Masuk ke tantangan kedua, jalur mulai menanjak dengan sudut elevasi sekitar 45 derajat. Butuh tenaga extra dan fisik yang prima untuk bisa melewati ini. Saking beratnya, salah 1 anggota terpaksa menghentikan perjalanan menuju “tujuan” dikarenakan fisik yang sudah lelah. Saya pun yang sering naik gunung memang sempat ngos-ngosan melewati jalur itu. Tapi semua terbayarkan ketika melihat “Permadani Hijau” atau hamparan sawah petani yang dilewati tadi. Hijau, dan sangat tertata rapi seperti lapangan sepak bola. Cuci mata di sela-sela pengambilan nafas. heheheheh

Panorama Persawahan Batulappa

Panorama Persawahan Batulappa

Kami melanjutkan lagi perjalanannya , terdapat lagi jalur yang menanjak namun tak se-ekstrim jalur sebelumnya. Tak lama kemudian, terdengar gemuruh air yang menandakan air terjunnya sudah dekat. Dengan semangat ditambah dengan rasa penasaran tingkat tinggi, saya mencoba berlari untuk melihatnya.

Alhamdulillah, riuhnya air itu terdengar sangat jelas. Bahkan jatuhnya sudah terlihat. Walaupun jarak jatuhnya air itu hanya sekitar 1 meter, tapi puaslah diri ini menikmati perjalanan. Sesekali saya “memanjakan” kaki dengan membiarkannya seperti dipijit oleh derasnya air, dan sesekali juga saya sempatkan untuk mengabadikan indahnya air terjun ini dalam bentuk gambar dan video.

Air terjun batulappa

Air terjun batulappa

“Ayo kita ke atas lagi”, kata salah seorang teman. Saya pun agak heran, saya sempat mengira ini adalah tujuan kita. Ternyata masih ada lagi keindahan yang menanti disana. Rasa tak sabaran lagi yang mengendalikan diri ini sehingga tak sadar saya pun terjatuh dengan posisi “Tulang Ekor” bersentuhan pertama kali dengan ujung batu. Rasanya seperti dunia berhenti berputar. Sangat sakit. Di sekitar sungai pun ternyatan banyak sekali lumut yang menempel di bebatuan. Jadi harus hati-hati !!!

Ekspedisi pun berlanjut, agak sulit menemukan jalur di sekitar pinggir sungai. Disaat itu saya berfikir seertinya air terjun ini memang masih sangat sepi pengunjung. Dengan modal Insting sambil mencari jejak-jejak kecil akhirnya mengantarkan kami semua ke air terjun tingkat berikutnya. Tingginya lebih tinggi dari tingkatan sebelumnya, mungkin sekitar 4 meter. Sama seperti tadi, saya masih mengira ini adalah tujuan akhir perjalanan, tapi ternyata keindahan lainnya tetap setia menanti di atas.

Air Terjun Batulappa

Air Terjun Batulappa

Akhirnya, setelah melewati tingkatan yang ke dua tadi, sampailah saya melihat deretan batu yang lebar tertutupi derasnya air. Sangat indah! saya seperti berada di air terjun parangloe namun dihiasi dengan banyak pepohonan. Siapa pun yang melihatnya pasti akan segera mendekatinya. Saya dan tim pun bergegas menuju kesana.

“ALHAMDULILLAH”, saya sudah sangat yakin bahwa inilah “tujuan” rihlah kita. Jernih, bersih, sangat jauh dari keramaian kota. Rasa lelah benar-benar terbayar ketika memandangnya. “ALLAHU AKBAR”, tak henti hentinya hati ini bertakbir melihat kuasaNya.

Air Terjun Batulappa

Air Terjun Batulappa

Rombongan bersegera untuk memanjakan diri yang lagi berkeringat itu tepat di bawah jatuhnya air. Segar tentunya, apalagi ketika selesai melakukan aktivitas pendakian. Banyak ragam cara mereka dalam mengekspresikan kegembiraan. Yang jelas, semua kegembiraan mereka tak luput dari rekaman video.

Di salah satu spot air terjun, terdapat sebidang batu yang agak luas. Di tempat itu kami memanfaatkan untuk melaksanakan sholat dzuhur yang dijamak dengan sholat ashar (dengan alasan safar). Adzan dikumandangkan dengan indah oleh salah satu rombongan, sedangkan yang lain bergegas untuk mengambil wudhu. Jadi ingat, beberapa bulan yang lalu agak kesulitan mendapatkan air dalam berwudhu. Namun ketika berada di air terjun ini, terasa mendapatkan rezeki air yang “terlalu” banyak. πŸ™‚

Kami mulai melaksanakan sholat. Karena Struktur batu agak kasar dan tidak rata, sempat membuat kaki dan dahi saya mengalami sedikit kesakitan. Namun semua bisa tertutupi dengan nikmatnya udara sejuk dan suasana alam yang begitu asri dalam dekapan sholat. Jujur, baru pertama kali saya merasakan sholat di kawasan air terjun ini.

Halaqah Tarbiyah Ibnu Taimiyah

Halaqah Tarbiyah Ibnu Taimiyah

Setidaknya, saya benar-benar bersyukur dengan nikmat penglihatan ini, karena bisa melihat lagi salah satu “syurga” yang ada di indonesia ini. Saya pasti akan ke tempat ini lagi. Kalau bukan bersama teman komunitas, ya setidaknya bersama istri kelak. πŸ™‚

Syukran

Profile photo of awalone

About awalone

Tholibul Ilmi, sang JOLANG (Jomblo Petualang), Suka Anak-anak (Bukan Phedo), Demen ama yang berhijab besar, Suka dengan Sunrise, Senja dan Awan, Paling geli kalo ada yang bilang gagah (karena sangat jarang), Pekerja Keras, Programmer System WannaBe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>