Syahadat Sang Muallaf

Selasa, 25 Februari 2014. Lelah dan ngantuk setelah beraktivitas seharian di 2 kampus yang berbeda. Kampus pertama adalah UNHAS untuk kepentingan bimbingan tugas akhir yang ternyata saya lupa bawa draft dan Kampus kedua adalah UIN Alauddin, untuk menghadiri rapat yang ternyata rapatnya juga tidak jadi. Kebetulan tiap selasa malam diadakan taklim di sebuah masjid di pusat kota dekat toko Al*ska. Saya lumayan cepat tiba disana agar bisa curi waktu untuk tidur-tiduran (walau tidur di waktu ashar sangat tidak dianjurkan).

Adzan maghrib pun berkumandang, untungnya tidur di masjid, jadinya “terpaksa” bangun. Kalau tidurnya di rumah, mungkin jam 12 malam baru bisa bangun. Jemaah pun banyak berdatangan untuk menunaikan masjid ditambah niat mereka juga untuk mengikuti taklim.

Usai sholat maghrib, Imam Masjid mengumumkan bahwa ada seorang “kafir” ingin masuk islam. “Wah, kejadian langkah nih!”. Buru-buru saya mengambil handphone bermodal kamera untuk merekam prosesi sakral ini. Di depan pintu tampak seorang lelaki yang berfisik mirip seperti saya (kurus) dengan baju koko putih dan celana model “botol”. Nama lelaki itu adalah Fery.  Perlahan lelaki yang didampingi walinya itu duduk di tengah-tengah para jemaah yang sebelumnya sudah membentuk setengah lingkaran.

Apa alasan saudara ingin memeluk Islam?“, tanya Imam Masjid secara “curiga”. Wajar saja sang Imam harus merasa curiga terlebih dahulu mengingat banyak kasus seseorang yang pura-pura masuk islam sekedar untuk bisa menikahi wanita pujaannya yang beragama islam, yang bila mereka menikah nantinya sang wanita akan di”murtad”kan atau dimasukkan ke agama asal sang lelaki.

Sekali lagi saya tanyakan, Apa yang melandasi saudara ingin masuk Islam?“, Imam pun bertanya lagi. “Yang mendasari saya ingin masuk islam, saya ingin mengenal lebih dekat tentang islam, dan ingin mengetahui apakah agama islam itu benar atau tidak“. Sang calon Muallaf pun menjawab dengan agak deg-degan.

Nanti setelah itu datang saja kesini untuk belajar-belajar islam secara dasar , nanti akan kami bimbing“, sang Imam mencoba memberi arahan berikutnya dan berharap calon mu’allaf untuk tidak “putus” hanya sekedar mengucapkan syahadat saja tapi tidak melanjutkan untuk menuntut ilmu syar’i.

Saudara Fery, ikuti saya! BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM“, imam pun mulai memberi arahan. “BISMILLAHIRAHMANIRAHIM“, jawab lelaki itu dengan lafadz yang memang bukan seperti ucapan basmalah pada lazimnya.

********************** dan detik-detik hijrah pun itu tiba **********************

Imam : “asyhadu alla ilaha illallah
Fery : “ashadu alla ilaha illollah
Imam : “asy ! bukan as . Karena maknanya bisa berbeda.
Fery pun berusaha mengulangi pelafalan yang tepat sampai 2 kali. kemudian imam pun melanjutkan lagi
Imam : “Wa asyhad anna muhammadarrasulullah“.
Fery pun berusaha mengulangi dan membalas “Washadu” sampai 2 kali. Imam pun dengan sabar mengulangi pelafalan “Wa asyhad anna muhammadarrasulullah” hingga si fery dengan mantap melafalkan 2 kalimat syahadat secara lengkap.
Imam : “Aku Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali ALLAH“.
Fery : “Aku Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali ALLAH“.
Imam : “Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad Nabi dan Rasul Allah“.

Imam, para jemaah, dan saya sendiri yang menyaksikan prosesi ini dengan lantang mengucapkan “ALLAHU AKBAR“. Bergetar, dan tangis tentunya mengalir mendengar ucapan syahadat dari akhi ini. Walau lafaznya agak berbeda dan sedikit terbata-bata, setidaknya dia benar-benar sudah berhijrah. Sejujurnya, saya iri dengan si Fery ini.

Sang Imam pun menawarkan untuk si Fery apakah ingin “menambah” nama atau “mengganti” nama. Ada tawaran namanya diganti dengan “Yusuf” atau ditambahkan “Muhammad”. Salah satu Imam menjelaskan keutamaan memiliki nama “Islami” yang baik salah satunya adalah mempermudah di saat Hisab.

Setelah melalui perundingan dan mungkin adanya “gejolak batin” di pikiran sang Muallaf, akhirnya dia memutuskan untuk menambahkan saja kata “Muhammad” di depan nama aslinya menjadi “Muhammad Fery”. Sekedar informasi, Nama lengkap di KTP beliau tidak berubah, Nama baru yang islami ini hanya digunakan untuk pergaulan dan menandakan keislamannya.

Prosesi Pengucapan dua kalimat syahadat
Prosesi Pengucapan dua kalimat syahadat

Di sesi terakhir, pengurus masjid memberikan sebuah mushaf dan terjemahnya untuk sang muallaf untuk dipelajarinya sambil menyarankan untuk Muhammad Fery mengikuti pengajian dan taklim rutin yang diadakan di masjid tersebut.

ALLAHU AKBAR

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Yang Mana Lebih Kamu Takutkan ?

Saat hafalan Qur’an tidak lebih berharga dari uang 50 ribu. Kita bis melihat bagaimana sedih dan gelisahnya pemuda yang kehilangan uang 50 ribu daripada hafalan Qur’an yg terlupakan atau hanya sdikit yg tersisa di hati.

Jadi ingat pagi kemarin, begitu pusingnya gak punya uang sampai-sampai harus banting tulang jungkir balik geledah semua yang ada di kolong meja, berharap dapat duit receh untuk menyambung hidup. padahal waktu itu, saya juga lagi telat-telatnya sholat subuh. iya, sholatnya jam 7 pagi, yah lagi khilaf akibat kebanyakan begadang jadi sulit bangunnya.

saya telat sholat subuh, seolah-olah gak ada rasa penyesalan sama sekali. eh, giliran gak punya uang, pusingnya setengah mati. why? kenapa kembali jadi munafik lagi? kenapa kehidupan dunia sudah menutup hatiku tentang kehidupan akhirat nanti ? rasa-rasanya memang tak adil. katanya dulu bilangnya, “urusan dunia dan akhirat itu harus seimbang” (walaupun sebenarnya, urusan akhirat adalah tujuan mutlak). namun, nyatanya jangankan mengedepankan urusan akhirat, saya malah lebih condong ke nikmatnya dunia. apa benar , hati dan imanku udah mati ? 🙁

mungkin karena kesibukan, sehingga agenda yang dulu dicanangkan “1 day 1 ayat” , bisa dikatakan gagal. sekarang cuma mentok di angka 48. padalah dulu mengikrarkannya sambil nangis-nangis. tapi ? yah, salah satu kelemahanku , sulitnya Istiqamah. kadang beramalnya meledak-ledak, namun lebih sering vakumnya. payah !!

hmm, mudah-mudahan hari berikutnya gak buruk-buruk amat seperti hari-hari yang lalu. aku islam, tak ingin jadi munafik. aku pun ingin ke syurga, ingin bertemu dengan sang “Ainul Mardiyah”. Insya ALLAH

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Kelemahan Wanita Yang Paling Mahal

Kelemahan Wanita yang Paling Mahal

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita… menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai Kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan Buatan mereka. (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki) Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu.

KELEMAHAN : Wanita selalu lupa betapa berharganya dirinya ?

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Romantis itu ?

Romantis adl seperti dikatakan Nailah pada utsman: “aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kau habiskan bersama sang nabi”

Romantis adl Ali yg dimarahi Fatimah, terkunci tak bs masuk rumah saat pulang. Lalu tidur diserambi masjd berlumur debu

Romantis adl sperti khadijah yg tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami,hanya menyelimuti

Romantis adl mengatakan kepada Allah, “hidupku untukMu,apalagi matiku”

Romantis adl ketika aisyah banting piring didepan tamu yg membelalak, Nabi tersenyum lalu berkata “maaf ya,ibu kalian sedang cemburu”

Romantis adl bertanya pada istri, “adakah makanan hari ini?” Dijawab, “tidak” maka senyumlah Rasulullah dan ujarnya “kalau begitu aku puasa”

Romantis adl saat lelah Muhammad menebar kebaikan tertimbun, saat ia berbaring payah, Tuhan berseru “hai orang berselimut, bangunlah”

Romantis adl saat godaan melanda di puncak muda Yusuf; ia cantik,molek,kuasa dan sunyi, tapi Yusuf memilih lari, bajunya koyak belakang

Romantis adl saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan paras Yusuf, tp ia berdoa “ya Rabbi, penjara lebih kusuka!

Romantis adl ketika Utsman ibn Affan dikabarkan akan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darah, lalu dia berkata “alhamdulillah,tsumma tawakaltu”

Romantis adl ketika harta, tahta,wanita ditawarkan, muhammad malah berkata “andai pun mentari di kanan,rembulan dikiri, ku takkan pernah berhenti”

Romantis adl saat cucu naik ke punggung sang Nabi,lalu ada yg berkata “sebaik-baik tunggangan” Beliau jawab “dan sebaik-baiik penunggang”

Romantis adl saat satu persatu harta ayub binasa,anak-anaknya mati dan dirinya dilanda sakit yg merontokkan jasad. Doanya “sisakan hatiku tuk mengingatMu”

Romantis adl saat fatimah putri nabi tapaknya pecah,leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Namun sang ayah hanya ajarkan dzikir

Romantis adl abu bakar menitikkan air mata, jatuh di pipi kekasih SAW yg tidur dipangkuannya. Dia berkata “jangan bersedih,Allah bersama kita”

Romantis adl saat sosok malaikat tampan mendekatimu, Maryam takut, tapi dia berkata “Tuhan memilihmu untk keajaiban sepanjang zaman”

Romantis adl saat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi senyum terindah kpd orang yg dulu mencaci,menyiksa, menyumpahserapahi dirinya saat mereka tertunduk kalah. Kausenyumi; tiada cerca,hanya cinta!

Ku-kutip dari Jemari Khusnul Khuluq

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .

Menjadi Mu’allaf karena Melihat Proses Terciptanya Manusia di Al Qur’an

DR. Keith L. Moore MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”

“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.

“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu’minuun : 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar.

Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

http://www.atjehcyber.net/2014/01/ini-tidak-mungkin-muhammad-pasti.html

About awalone

suka jalan-jalan, suka melakukan semuanya sendiri 🙂 .